Kh. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan: “Orang Islam itu harus banyak baca. Jangan menuruti emosi kemudian emosi itu di atas namakan Agama.”

Kadang minat membaca datang disaat disekitar ku terdapat banyak buku, dan itu jika sedang hangat-hangatnya. Tetapi kadang pula, ketika sudah terbiasa dekat dengan banyak buku, malah seakan tak tergiur sedikitpun walau hanya sesaat.

Ah, pengen jadi kutu buku, tapi malah tak nafsu. Pengen lebih banyak menelisik ilmu, tapi, malah seperti tak bersahabat dengan buku. 

Memang jelas si, bahwa membaca itu sesungguhnya adalah jendela dari ilmu, sehingga tak perlu ragu untuk mengotak-atik buku. Saya katakan pasti dijamin dapat ilmu. Selama buku itu mampu kau pahami, maka tak perlu banyak, sudah pasti akan terurai hasil dari apa yang dibaca. 

Jalan yang paling ampuh supaya sempat membaca, yaitu dengan memaksa untuk tetap membaca sekalipun beberapa menit saja.

selain itu juga apapun itu harus ada target, karena target yang dapat memaksa untuk bisa melakukan sebuah keinginan yang terbiasa maupun yang belum.

intinya dijadwal khusus diri sendiri, dikonsep sesuai kapan waktu luang yang pas supaya mudah melakukannya. Dengan begitu setidaknya satu dua menit dulu, baru semakin lama ditambah perhari beberapa detik saja dulu. Karena untuk mencapai sebuah keinginan mesti ada proses. 

menasehati, mengingatkan, dan memperbaiki diri sendiri itu susah, apalagi kepada orang lain. Ya, setidaknya ada usaha untuk bisa berubah, masalah dalam perubahan itu ada banyak lika-liku, hambatan, dan bahkan rintangan, itu sudah wajar, karena setiap usaha dan keinginan, pasti ada ujian yang harus dilewati.

Komentar